kalendar


You Raise Me Up - Westlife
blog sejarah

3.proses kelahiran dan perkembangan nasionalisme di indonesia

Minggu, 04 Desember 2011

PROSES KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN NASIONALISME INDONESIA

A.      MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

1.      Sebab-sebab muncul dan berkembangnya pergerakan nasional Indonesia
Semenjak kedatangan bangsa-bangsa Eropa , perlawanan tidak pernah henti-hentinya di lakukan oleh bangsa Indonesia. Namun perlawanan-perlawanan itu selalu mengalami kegagalan. Hal itu di sebabkan setiap perlawanan yang yang di lakukan terbatas hanya pada daerahnya , atau hanya ingin membebaskan daerah-daerah dan penduduknya dari kekuasaan asing. Dengan keadaan seperti ini, bangsa asing dapat lebih mudah untuk menguasainya.
    Sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 telah muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa indonesia. Muncul gerakan nasionalisme itu tidak terlepas dai pengaruh yang datang dari dalam maupun luar.

a.      pengaruh yang datang dari dalam (internal)
1) kenangan kejayaan masa lampau :
     sebelum bangsa Eropa masuk ke wilayah Indonesia, banyak terdapat kerajaan yang besar & jaya, seperti kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim yg menguasai jalur pelayaran dan perdagangan di Selat malaka. Dan juga pusat penyebaran agama budha di asia tenggara .. kerajaan majapahit di bawah pemerintahan raja hayam wuruk dan di bantu oleh patih Gajah Mada Nusantara. Kerajaan majapahit juga di kenal dengan kerajaan nusantara , karna wilayah nya mencakup pulau2 yang ada di wilayah nusantara.

2) penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme :
        muncul dan berkembangnya imperialisme di dunia membawa perubahan yang sangat besar dalam dunia masyarakat,  pelaksanaan imperalisme di wilayah ini menibulkan kesengsaraan & penderitaan , karna kaum penjajah hanya berusaha untuk mengeruk keuntungan demi kejayaan bangsanya sendiri. Kesengsaraan dan penderitaan inilah yang menjadi alasan atau pendorong munculnya perlawanan perlawanan2 bangsa indonesia.

3) munculya golongan cendekiawan:
Golongan cendekiawan muncul dimana-mana sebagai akibat dari perkembangan dan peningkatan pendidikan. Akibat dari penyebaran kaum cendekiawan, menimbulkan gerakan menentang penjajah. Kaum cendekiawan menjadi penggerak atau pimpinan pergerakan nasional bangsa Indonesia.

4) kemajuan dalam bidang politik
Sosisl ekonomi dan kebudayaan muncul dan berkembangnya pergerakan nasionalisme Indonesia juga disebabkan kemajuan-kemajuan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
1)      Kemajuan di bidang politik , kegiatan gerakan atau partai-partai nasionalis ingin menumbangkan dominasi politik kaum imperialis dan kolonialis belanda (Barat). Kekuasaan kaum pribumi pada masa itu terkungkung oleh pengaruh politik kolonial belanda yang ketat dn kejam. Praktek2penyalahgunaan kekuasaan & pelecehan hak asasi manusia, maka golongan nasionalis tampil menyuarakan aspirasi masyarakat yang terjajah.                                   
2)       Kemajuan di bidang sosial ekonomi, masalah itu terlihat dalam penghapusan eksploitasi ekonomi asing penghapusan itu bertujuan untuk membentuk masyarakat yg bebas dari kesengsaraan & kemelaratan,
3)       Kemajuan di bidang budaya, kaum nasionalis melihat kebudayaan asli hampir punah & berada dalam keadaan sekarat , sehingga perlu di berikan perlindungan dan rekontruksi yang memadai.
Oleh karena itu perkembangan kebudayaan asli ang tidak menggembirakan itu, maka para pejuang nasionalis mejadikan sektor kebudayaan menjadi salah satu cita2 perjuangannya.
Ketiga bidang tsb merupakan kesatuan yg di perjuangkan yang di perjuangkan secara serentak, karena ketiganya memberikan ciri-ciri perjuangan nasionalis bangsa indonesia. Paham nasionalis pada mulanya berkembang secara lokal atau daerah, namun kemudian menjadi kolektif & meluas ke seluruh wilayah indonesia yg terjajah & akhirnya menjadi paham nasionalis dari bangsa indonesia.
      b. Pengaruh yang datang dari luar negeri (eksternal)
 Pengaruh dari luar negri yang cukup besar perannya dalam mempercepat pergerakan politik di indonesia di antaranya, kemenangan jepang atas Rusia (1905), pergerakan Nasional fhilipina, gerakan nasionalis china, gerakan nasionalis turki, gerakan asionalis Mesir.
1.      Kemenangan Jepang terhadap Rusia (1905); modernesasi jepang telah membawa banyak perubahan terhadap perkembangan negeri & bangsa jepang di dunia internasional pada masa itu. Jepang   maju pesat dlm segala bidang,
Kemenagan yang di perolehnya dalam perang jepang melawan korea, meyebabkan pasukan jepang melanjutkan ekspansi nya  ke manchuria.dalam penyerangan jepang inilah jepang berhadapan dengan rusia & ternyata berdampak sangat luas di wilayah asia. Bangsa-bangsa di asia mulai bangkit menentang penjajah barat.hal ini membuktikan bahwa di berbagai daerah asia muncul & berkembang gerakan-gerakan yang bersifat nasional sperti, china, fhilipina,india,turki,indonesia bahkan sampai ke daratan afrika seperti mesir dsb.
2.      Pergerakan kebangsaan india; di dalam menghadapi penjajahan inggris kaum pergerakan rakyat india membentuk organisasi kebangsaan yang dikenal dengan nama all india national congres. Tokoh-tokoh yang terkenal dalam organisasi itu, seperti; mahatma gandhi, pandit J. Nehru , B.G. Tilak, Moh. Ali Jinah, Iskandar mirza, Liquat Ali khan dsb. Di antara para pemimpin india itu yg lebih terkenal adalah mahatma ghandi yang memiliki dasar perjuangkan sebagai berikut:
Ø  Ahimsa (di larang membunuh); yaitu gerakan anti peperangan
Ø  Hartal yaitu suatu gerakan rakyat india dengan aksi tdk berbuat apapun walau mereka tetap masuk kantor, pabrik dsb.
Ø  Satyagraha; suatu gerakan rakyat india untuk tidak bekerja sam dengan pemerintah kolonial inggris
Ø  Swadesi; gerakan rakyat india untuk memakai barang-barang buatan negeri sendiri.

3.      Gerakan kebangsaan filiphina; gerakan rakyat di gerakkan & di kobarkan oleh Dr. Jose Rizal yg tujuannya untuk mengusir penjajah bangsa spanyol dari wilayah filiphina. Dr. Jose Rizal di tangkap tgl 30 september 1896, ia di jatuhi hukuman mati. Kemudian gerakan di lanjutkan oleh Emilio Aquinaldo & berhasil memproklamasikan kemerdekaan filiphina tgl 12 Juni 1898 , namun munculnya Amerika serikat yang berhasil menghapus kemerdekaan itu.
4.      Gerakan Nasionalis Rakyat china; gerakan ini di pimpin oleh Dr. Sun Yat Sen. Ia mengadakan pembaharuan di segala sektor kehidupan bangsa china. Dasar perjuangan yang di kemukakan adalah san min chu I yg terdiri dari :
a.      Republik china adalah suatu negara nasional china,
b.      Pemerintah china di susun atas dasar demokrsi atau kedaulatan berada di tangan rakyat,
c.       Pemerintah china mengutamakan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya.
5.      Pergerakan Turki Muda(1908); gerakan ini di pimpin oleh Mustafa Kemal Pasha. Ia menuntut adanya pembaharuan & modernisasi di segala sektor kehidupan masyarakatnya.
6.      Pergerakan Nasionalisme Mesir; gerakan ini dipimpin oleh Arabi Pasha (1881-1882) dengan tujuan menentang kekuasaan bangsa Eropa terutama Inggris atau negeri Mesir.
2.      Ideologi yang Berkembang pada Masa Pergerakan Nasionalisme Indonsia
Ideologi-ideologi yang muncul & berkembang pada masa pergerakan nasionaliis indonesia yaitu;
Ideologi libelarisme, nasionalisme, Komunisme, Demokrasi, Pan Islamisme, dll

-Ideologi Liberalisme, di perkenalkan di indonesia oleh orang-orang Belanda yang mendukung perjuangan bangsa Indonesia.
Paham liberalisme merupakan paham yang mengutamakan kemerdekaan individu atau kebebasan kehidupan masyarakat. Sebab dalam alam kebebasan itu masyarakat dapat berkembang dan berupaya maningkatkan kesejahteraan hidupnya.paham liberalisme di kembangkan oleh organisasi-organisasi politik di indonesia seperti Indische Partij.
           -ideologi Nasionalisme, di perkenalkan oleh organisasi politik yang muncul di wilayah indonesia. Nasionalisme sebagai suatu ideologi menunjukkan suatu bangsa yang mempunyai kesamaan budaya , bahasa dan wilayah selain itu juga kesamaan cita-cita & tujuan. Dengan demikian kelompok tsb, dapat merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsa itu.
     PNI sebagai suatu partai yang berideologi nasionalis bertujuan untuk memperjuangkan kehidupan bangsa indonesia yang bebas.
       -ideologi komunisne, di perkenalkan oleh sneevliet, seorang pegawai perkerata-apian yang berkebangsaan Belanda. Ideologi kimunisme ini di wujudkan dalam pembentukan organisasi yang bernam Indische Social Democratis The Vereenigung(ISDV).
      -ideologi Demokrasi  muncul di daerah yunanidengan sistem demokrasi langsung. Artinya rakyat ikut serta menentukan jalannya puatu pemerintahan.
     -ideologi Pan-Islamisme, ideologi ini meupakn suatu paham yang bertujuan mempersatukan umat islam sedunia.
 Pan-Islamisme merupakan suatu gerakan yang radikal dan progresif. Semangat yang terkandung dalam gerakan Pan-Islamisme telah membangkitkan rasa kebangsaan yang kuat dengan di dasari ikatan keagamaan.

B.      STRATEGI ORGANISASI PERGERAKN KEBANGSAAN INDONESIA

Pada masa pergerakan nasional indonesia ada dua hal yang patut di catat sebagai momentum sejarah yang paling mendasar.
pertama, munculnya gerakan perhimpunan indonesia di negeri belanda. Perhimpunan indonesia merupakan suatu gerakan yang mampu membangkitkan tujuan dan cita-cita untuk menentang imperialisme dan kolonialisme.
Dengan segala tindakan politis yang progresif maka perhimpunan gerakan indonesia boleh di katakan sebagai ‘’manifesto politik’’
Manifesto politiknya adalah  Indonesia merdeka.
Kedua, muncul sumpah pemuda. Peristiwa itu merupakan kristalisasi dari seluruh aspirasi dan seluruh masyarakat indonesia waktu waktu itu untuk barsatu memerdekakan diri dari penjajah.

 Dengan keadaan seperti itu , maka sejak tahun 1908 mulai berdiri dan berkembangnya organisasi modern di indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya.

1.      Budi Utomo (BU)
      Pada abad ke ke-20 tampil beberapa dokter sebagai pnggerak bangsa di kawasan Asia. Seperti Dr. Sun Yat Sen di china , Dr. Jose Rizal di filiphina , Dr Sutomo, Dr. Cipto Mangun kusuma , dan Dr. Gunawan mangun kusumo . para dokter itu, bangkit karena di hadapkan  pada penderitaa masyarakat baik dari segi ekonomi, fisik maupun keanusiaan.
  Dokter wahidin sudiro husono dengan giat menyebarkan cita-citanya agar Pulau Jawa dapat di bentuk suatu perkumpulan yang bertujuan memajukan pendidikan serta membiayai anak-anak yang tidak dapat bersekolah, namun memiliki kepandaian. 
Akhirnya pada tgl 20 mei 1908 sutomo dkk, mendirikan suatu perkumpulan yg di beri nama Budi Utomo di Jakarta.
Kongres pertama di selenggarakan pada bulan oktober 1908 & berhasil memilih Adipati Tirtokusumo(seorang bupati)
  Keanggotaan Perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa & Madura. Kemudian di tambah dengan Bali, karna di anggap mempunyai kebudayaan yang sama.

2.      Perhimpunan Indonesia (PI)
   Gerakan pemuda pelajar yang ada di luar negeri (Belanda) sangat besar pengaruhnya terhadap gerakan politik dan pemuda di tanah air indonesia.
 Pada tahun 1992, indische Vereenigning di ubah namanya menjadi Indonesische Vereeniging (perhimpunan Indonesia)
    Salah satu kegiatan perhimpunan indonesia pada thun 1926-1927 adalah menghadiri kongres internasional seperti :
·         Kongres demokrat Internasional di Bierville(1929)dan perhimpunan indonesia diwakili oleh Drs. Moh. Hatta
·         Kongres liga melawan imperialisme dan penindas di brussel (1927)dan perhimpunan Indonesia di wakili oleh Drs. Moh Hatta. Akibatnya para pimpinannya di tangkap seperti; Drs. Moh Hatta, Ali Sastroamidjojo,Abdul MadjidDjojodiningrat, Nasir Datuk Pamuntjak. Ketika para pemimpin perhimpunan indonesia ini di ajukan ke pengadilan , Drs. Moh Hatta membuat pidato pembelaan yang cemerlang dengan judul ‘’ Indonesia Merdeka ‘’. Pembela terdakwa dalam segi hukum di lakukan oleh Mr. Dyus( seorang anggota Partai Buruh). Karena tidak terbukti bersalah , maka pada tahun 1928 mereka di bebaskan.

3.      Sarekat Islam
Pada tahun 1991 di kota Solo muncul perkumpulan dagang islam yang bernama Sarekat Dagang Islam dengan Haji Samanhudi sebagai pemimpin.
          Namun kemudian, seorang intelektual dari Surabaya yang bernama Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto yang sekaligus sebagai Promotornya. Mengubah perkumpulan Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam(SI).
          Perubahan nama itu terjadi pada tahun 1992 yang mengandung isi dan jiwa serta terfokus pada agama islam  dengan segala manifestasinya.
          Sementara itu, keterlibatan sarekat islam dalam volksraad(Dewan Rakyat) di protes keras oleh anggotanya,  seperti semaun.
Untuk itu, pemerintah belanda secara terus menerus mengikuti jejak dan gerak-gerik sarekat islam dari dekat.
Ternyata pengaruh pergerakan sarekat islam sangat kuat , pengaruhnya menyebar ke seluruh wilayah indonesia hingga menimbulkan pemberontakan,seperti ; pemberontakan di toli-toli (sulsel), dan pemberontakan di Cimareme (Jawa Barat).

4.      Indische Partij
    Douwes dekker, Cipto Mangunkusumo , dan Suwardi Suryaningrat adalh tiga tokoh pendiri indische partij (1912). semboyan partai itu adalah ‘’Hindia for Hindia’’yang berarti ndonesia hanya di peruntukkanbagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di indonesia tanpa terkecuali dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya.
 Tujuan partai itu adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa indonesia yang merdeka. Awalnya partai ini anggotanya terbuka bagi seluruh masyarakat indonesia, tapi kenyataannya yang menjadi anggotanya adalah bangsa indo-eropa Hal itu disebabkan oleh stelsel kolonial masih menjadi penghalang dalam proses interaksi ataupun pergaulan dengan orang-orang asing di Indonesia.
            Indische Partij telah menunjukan garis politiknya secara jelas dan tegas serta menginginkan suatu kesatuan penduduk yang multirasial. Tujuan partai ini benar-benar revolusioner, karena ingin mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.
            Pada tahun 1913 pemerintah colonial Belanda mengadakan upacara peringatan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari jajahan Perancis (Napoleon Bonaparte), dengan cara memungut dana dari rakyat Indonesia. Tindakan itu membakar kemarahan tokoh bangsa Indonesia seperti Suwardi Suryaningrat, Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker. Mereka ingin menggagalkan niat belan dengan menyebarkan brosur yang berjudul Als ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda). Kecaman yang semakin keras menentang pemerintah colonial Belanda menyebabkan ketiga tokoh Indische Partij ditangkap. Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke negeri Belanda. Namun pada tahun 1914 Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit, sedangkan Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekker baru dikembalikan ke Indonesia pada tahun 1919.

5.      Partai Komunis Indonesia (PKI)

Benih-benih paham Marxis dibawa masuk ke Indonesia oleh seorang
Belanda yang bernama H.J.F.M. Sneevliet. Atas dasar Marxisme inilah kemudian pada tanggal 9 Mei 1914 di Semarang, Sneevliet bersama-sama dengan J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, dan P. Bersgma berhasil mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Ternyata ISDV tidak dapat berkembang sehingga Sneevliet melakukan infiltrasi (penyusupan) kader-kadernya ke dalam tubuh SI dengan menjadikan anggota-anggota ISDV sebagai anggota SI, dan sebaliknya anggota-anggota SI menjadi anggota ISDV. Dengan cara itu Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh yang kuat di kalangan SI, lebih-lebih setelah berhasil mengambil alih beberapa pemimpin SI, seperti Semaun dan Darsono. Mereka inilah yang dididik secara khusus untuk menjadi tokoh-tokoh Marxisme tulen. Akibatnya SI Cabang Semarang yang sudah berada di bawah pengaruh ISDV semakin jelas warna
Marxisnya dan selanjutnya terjadilah perpecahan dalam tubuh SI.
Pada tanggal 23 Mei 1923 ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia dan selanjutnya pada bulan Desember 1920 menjadi Partai Komunis Indonesia. (PKI). Susunan pengurus PKI , antara lain Semaun (ketua), Darsono (wakil ketua), Bersgma (sekretaris), dan Dekker (bendahara). PKI semakin aktif dalam percaturan politik dan untuk menarik massa maka dalam propagandanya PKI menghalalkan secara cara. Sampai-sampai tidak segan-segan untuk mempergunakan kepercayaan rakyat kepada ayat-ayat Al - Qur'an dan Hadis bahkan juga Ramalan Jayabaya dan Ratu Adil. Kemajuan yang diperolehnya ternyata membuat PKI lupa diri sehingga merencanakan suatu petualangan politik. Pada tanggal 13 November 1926 PKI melancarkan pemberontakan di Batavia dan disusul di daerah-daerah lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di Sumatra Barat pemberontakan PKI dilancarkan pada tanggal 1 Januari 1927. Dalam waktu yang singkat semua pemberontakan PKI tersebut berhasil ditumpas. Akhirnya, ribuan rakyat ditangkap, dipenjara, dan dibuang ke Tanah Merah dan Digul Atas (Papua).

6.      Partai Nasional Indonesia (PNI)

     Tahun Berdiri                 :  1927
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Ir. Soekarno, Dr. ciptomangunkusumo, Ir. Anwar, Sartono
                                                 Sartono SH, Budiarto SH, Dr. Samsi. 
      Bentuk Organisasi          :   Politik
      Tujuan Organisasi          :   Menggalang kesatuan aksi melawan Imperealisme atau
                                                 Penjajah.    
      Strategi Organisasi         :  - Membentuk Badan Koordinasi (PPPKI
                                                 - Ir. Soekarno mengajukan pidato pembelaan “Indonesia
                                                   menggugat”.
      Sikap Terhadap Hindia-Belanda  : Non Kooperatif
   
7.       Partindo (partai Indonesia)

     Tahun Berdiri                  :  1931    
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :   Ir. Soekarno, Sartono SH       
      Bentuk Organisasi          :   Politik
      Tujuan Organisasi          :   Indonesia Merdeka
      Strategi Organisasi         : a.  Perluasan hak-hak politik dan penteguhan keinginan
                                                    menuju suatu pemerintah rakyat  berdasarkan demokrasi.
                                                b. Perbaikan perhubungan-perhubungan dalam masyarakat.
                                                c. Perbaikan keadaan ekonomi rakyat Indonesia.
      Sikap Terhadap Hindia-Belanda   :  Non Kooperatif

8.       Parindra (partai Indonesia Raya)

    Tahun Berdiri                 :  1935
      Tokoh Pelopor/Pendiri   :  Dr. Sutomo, Husni Thamrin   
      Bentuk Organisasi          :  Pendidikan dan Ekonomi
      Tujuan Organisasi          : - Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia
                                                  Merdeka).
                                               - Mencapai Indonesia Raya
      Strategi Organisasi         : a.  Bekerja sama dengan pemerintah Kolonial Belanda
                                                b. Mendirikan Rukun Tani.
                                                c. Menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan
                                                    Rukun Pelayaran Indonesia (Rupelin).
                                                d. Menyusun perekonomian dengan menganjurkan
                                                    Swadeshi (menolong diri sendiri).                                                             
                                                e. Mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan
                                                    surat kabar dan majalah.
                                                f. mendirikan Bank Nasional Indonesia di Surabaya.
       Sikap Terhadap Hindia-Belanda  :  Kooperatif
Gagasan
Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta Aktivitas Organisasi-
Organisasi Pergerakan
1. Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia
(PPPKI)
Kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemerdekaan, mulai oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional. Atas prakarsa Ir.Soekarno (PNI) dan dr. Sukiman (SI) yang tergabung dalam Komite Persatuan Indonesia maka pada tanggal 17 Desember 1927 lahirlah Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia ( PPPKI) di bandung. PPPKI merupakan federasi (gabungan) dari berbagai macam organisasi.Organisasi yang tergabung dalam PPPKI, antara lain PNI, SI, BU, Pasundan,Sumatramen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studie Club, dan Algemene Studie Club. Tujuan PPPKI adalah sebagai berikut.
a. Untuk menyamakan arah aksi kebangsaan dari berbagai organisasi atau perkumpulan.
b. Menghindari perselisihan antaranggota yang hanya akan melemahkan dan merugikan perjuangan.
c. Memperkuat dan memperbaiki organisasi serta melakukan kerja sama dalam perjuangan. Pada tahun 1933 Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia diubah namanya menjadi Persatuan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia. Dengan terbentuknya PPPKI ini diharapkan akan terjadi interaksi ke arah persatuan antaranggota berbagai jenis organisasi dengan ideologi, asas, atau dasar, tujuan, haluan dan sikap yang berbeda. Itulah sebabnya perselisihan-perselisihan tidak dapat dihindarkan. PPPKI kemudian tidak mempunyai kekuasaan sehingga banyak organisasi yang
keluar dan akhirnya bubar ( 1935).

2. Kongres Pemuda
Usaha untuk menuju persatuan dan kesatuan antarorganisasi pemuda ditempuh dengan cara melaksanakan kongres yang kemudian dikenal dengan Kongres Pemuda Indonesia. Kongres Pemuda I dilaksanakan di Batavia pada tanggal 30 April–2 Mei 1926 oleh sebuah komite dengan susunan kepanitiaansebagai berikut.

Ketua : M. Tabrani
Wakil Ketua : Sumarto
Sekretaris : Jamaludin
Bendahara : Suwarso
Pembantu : Bahder Johan, Sumarto, Yan Toule Soulehuwiy, dan PaulPinontuan, Hamami, dan Sanusi Pane

Tujuan kongres adalah untuk menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan pemuda untuk menjadi dasar persatuan Indonesia dalam arti yang lebih luas. Usaha menggalang persatuan dan kesatuan dalam Kongres Pemuda ini belum terwujud karena rasa kedaerahan masih kuat. Sementara itu, para pelajar di Batavia dan Bandung melihat adanya dua kepentingan yang bertentangan dalam penjajahan yang mereka sebut sebagai antitese colonial dan sangat merugikan pihak Indonesia. Antitese ini akan hapus apabila penjajahan sudah lenyap. Untuk itu, para pelajar dari berbagai daerah pada bulan September 1926 mendirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Batavia. PPPI bertujuan memperjuangkan Indonesia merdeka. Pada tahun 1928 alam politik di Indonesia sudah dipenuhi oleh jiwa persatuan. Rasa kebangsaan dan cita-cita Indonesia merdeka telah menggema di jiwa para pemuda Indonesia. Atas inisiatif PPPI maka diadakan KongresPemuda II di Jakarta yang dihadiri oleh utusan organisasi-organisasi pemudadan berhasil diikrarkan sumpah yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II diselenggarakan pada tanggal 27–28 Oktober 1928 dengan susunan panitia sebagai berikut.

Ketua : Sugondo Joyopuspito ( dari PPPI).
Wakil Ketua : Joko Mursid (dari Jong Java).
Sekretaris : Muh. Yamin (dari Jong Sumatranen Bond)
Bendahara : Amir Syarifuddin (dari Jong Batak Bond)
Anggota : Johan Mohammad (dari Jong Islamieten Bond), Senduk (dari Jong
Selebes), J. Leimena (dari Jong Ambon), Rohyani (dari Pemuda kaum Betawi).

Maksud dan tujuan Kongres Pemuda II ialah sebagai berikut.
a. Hendak melahirkan cita-cita perkumpulan Pemuda Indonesia.
b. Membicarakan masalah pergerakan Pemuda Indonesia.
c. Memperkuat perasaan kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda ialah:
Pertama : Kami putra dan putri Indonesia bertumpah darah satu, Tanah indonesia.
Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
Bahasa Indonesia.Pada kongres tersebut dikumandangkan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman,dan dikibarkan bendera Merah Putih yang dipandang sebagai bendera pusaka bangsa Indonesia. Peristiwa Sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan salah satu puncak pergerakan nasional dan sampai sekarang tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda.

Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
Suatu gagasan untuk membina kerja sama di antara partai-partai politik dalam bentuk federasi muncul lagi pada tahun 1939 tepatnya pada tanggal 21 Mei 1939, yakni dengan terbentuknya Gabungan Politik Indonsia (GAPI) oleh Muh. Husni Thamrin. GAPI merupakan gabungan dari Parindra, Gerindo, PSII, Persatuan Partai Katolik, Persatuan Minahasa, Pasundan dan Partai Islam Indonesia (PII). Alasan yang mendorong dan mempercepat terbentuknya federasi adalah sebagai berikut.
a. Kegagalan Petisi Sutardjo.
b. Sikap pemerintah kolonial yang kurang memerhatikan kepentingan bangsa indonesia.
c. Semakin gawatnya situasi internasional sebagai akibat perkembangan fasisme.

Dalam GAPI ditegaskan bahwa setiap partai tetap mempunyai kemerdekaan penuh terhadap program kerjanya masing-masing dan apabila timbul perselisihan antarpartai maka GAPI bertindak sebagai penengah. Di dalam konferensi yang pertama pada tanggal 4 Juli 1939 dicanangkan tuntutan GAPI "Indonesia berparlemen". Maksudnya menuntut adanya suatu Dewan Perwakilan Rakyat yang berdasarkan sendi-sendi demokratis. Sementara itu, pada saat yang sama di Eropa telah meletus Perang DuniaII. GAPI mengingatkan adanya bahaya besar yang akan mengancam pemerintah Hindia Belanda dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, GAPI mengeluarkan suatu pernyataan yang dikenal dengan nama Manifesto GAPI ( 20 September 1939). Isinya mengajak kerja sama rakyat Indonesia dan Belanda untuk menghadapi bahaya fasisme. Hal ini dapat terlaksana apabila Belanda memberikan hak-hak baru dalam pemerintahan kepada bangsa Indonesia berdasarkan hakekat demokrasi. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan, GAPI menyelenggarakan Kongres Rakyat Indonesia yang pertama di Batavia pada tanggal 25 Desember1939. Kongres mengambil keputusan, antara lain sebagai berikut.

a. Kongres Rakyat Indonesia menjadi badan tetap.
b. Aksi Indonesia berparlemen dilanjutkan melalui panitia-panitia setempat yang telah dibentuk di seluruh daerah di bawah pimpinan GAPI.
c. Menetapkan bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya sebagai bendera dan lagu persatuan Indonesia serta peningkatan bahasa Indonesia bagi rakyat Indonesia.

Pada bulan Agustus 1940, N egeri Belanda dikuasai oleh Jerman dan Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang. GAPI kembali mengeluarkan resolusi menuntut adanya perubahan ketatanegaraan. Isi resolusi, yaitu mengganti Volksraad dengan parlemen sejati yang anggotanya dipilih oleh rakyat dan mengubah fungsi kepala-kepala departemen menjadi menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen tersebut.Untuk menanggapi resolusi GAPI, pada tanggal 14 September 1940 dibentuk Komisi Visman. Hasilnya sia-sia sebab Komisi Visman tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Sementara itu, situasi semakin gawat dan rakyat akhirnya termakan oleh propaganda Jepang yang bersemboyan "pembebasan bangsa-bangsa Asia dari penjajahan bangsa-bangsa Barat".
Demikianlah situasi hubungan antara nasionalisme Indonesia dengan kolonialisme Belanda ketika tentara Jepang memasuki Indonesia

0 komentar

Poskan Komentar

video

visitors

free counters